Forrest Gump adalah sebuah film yang mengisahkan perjalanan hidup seorang manusia yang ditakdirkan memiliki IQ 75 (dianggap di bawah rata-rata) bernama Forrest Gump. Sejak kecil, Forrest Gump diremehkan anak-anak seusianya karena dianggap bodoh. Hal ini sangat nampak sekali pada adegan ketika Forrest Gump menaiki bis yang akan mengantarkannya ke sekolah. Di bis tersebut, semua teman-temannya tidak mau duduk sebangku dengan dia. Forrest Gump pun kebingungan harus duduk dimana, sampai saat seorang gadis kecil yang manis bernama jenny mempersilahkan Forrest Gump untuk duduk di sampingnya.

Forrest Gump memang bukan orang yang memiliki IQ tinggi, tapi dia selalu berusaha keras dan menjadi orang terbaik di bidang yang dia kuasai. Dalam film tersebut forrest Gump menjadi pelari yang sangat cepat sehingga dia masuk ke dalam tim foot ball amerika dan menghantarkan tim tersebut memenangkan pertandingan dengan kemampuannya berlari cepat. Forrest gump juga menjadi pemain ping pong terbaik sehingga dia diutus mewakili negaranya bermain ping pong di Cina. Forrest Gump adalah sahabat yang baik. Forrest Gump selalu memenuhi janjinya kepada sahabatnya sesama prajurit dalam perang Vietnam, Bubba, untuk mewujudkan impian memiliki kapal penangkap udang. Forrest Gump selalu berusaha melindungi Jenny jika ada orang yang ingin menyakitinya. Bahkan,  Forrest Gump mendapat medali penghargaan karena menyelamatkan rekan-rekannya dalam perang Vietnam. Read the rest of this entry »

Siapa yg kenal Mujair, seorang nelayan yg mungkin tinggal di Tulungagung. Tapi namanya melegenda gara-gara ikan yg ia temukan dan ia pelihara di kolamnya. Siapa yg kenal Mukibat, seorang petani yg entah tinggal di Jawa Tengah atau Jawa Barat. Tapi namanya lekat lewat nama singkong yg ia budidayakan di kebunnya. Mereka orang sederhana, hidup sederhana, dan menemukan hal sederhana, tapi melegenda. Read the rest of this entry »

kecemasan baru lagi muncul tiba-tiba. rasanya bilyunan lafal yang dipanjatkan orang bertuhan karena takut terhadap dosa-dosa yang akan dimintai tanggung jawabnya kelak itu tak pernah cukup untuk melipat rapi kecemasan dan menyimpannya di dalam sebuah kotak untuk kemudian saya kuburkan, dan setelah itu saya akan berjalan dengan mapan.

tapi jujur, saya tetap tidak bisa melakukannya. kecemasan baru itu lagi-lagi muncul.

dan inilah sumber kecemasan itu:

Read the rest of this entry »

matahari terlalu pagi mengkhianati

pena terlalu cepat terbakar
kemungkinan terbesar sekarang, memperbesar kemungkinan pada ruang ketidakmungkinan
sehingga setiap orang yang kami temui tak menemukan lagi satu pun sudut kemungkinan untuk berkata tidak mungkin
tanpa darah mereka mengering
sebelum mata pena berkarat dan menolak kembali terisi
sebelum semua paru disesaki tragedi dan pengulangan menemukan maknanya sendiri dalam pasar, dalam limbah dan kotoran, atau mungkin dalam seragam sederetan nisan
kita pernah bernazar
untuk menantang awan
menantang langit dengan kalam-kalam terhunus
hingga hari-hari penghabisan
tanpa pretensi apapun untuk mengharapkan surga dan neraka di atas semua…
 
kita berangkat dengan rima dan kopi secawan
berkawan dengan bentangan kalam yang menantang awan
menggalang pijakan dari hulu waktu yang membidani zaman
di mana microphone digenggam dengan hasrat menggantang ancaman
mengkafani kawanan serupa lalat dari pusat pembuangan sampah
bernazar membuat para tiran berjatuhan
menyisakan potongan kalimat profan berceceran
dengan luka sayatan dari medan perang puputan
kita tantang kutukan, kita kutuk pantangan
sehingga setiap angan paralel dengan surga-neraka dan dalil langitan
serupa komando yang meluncur dari Mabes hingga Koramil
serupa toxin yang berselancar pada darah sebelum maut menjemput Munir
menyisir petaka yang membiarkan mereka menggadaikan pasir
pada pantai, pada bumi yang penuhi oleh barcode dan kasir
yang menghibahkan filsafat pada para vampir
pada mereka yang melabeli setiap oponen dengan stempel kafir
pada mereka yang datang pada malam terkelam
saat cahaya hanya datang dari belukar di tengah makam
kita pernah sisakan harapan yang esok siap cor menjadi belati
pikulan beban serupa pitam yang kembali berhitung dengan mentari
 
dengan tangisan bayi yang mengajarkan kembali bagaimana menari
bagaimana mengingat janji dan mengepalkan jemari
bagaimana seharusnya hari-hari berbagi api
bagaimana menyulutnya pada nadi dan mengumpulkan nyali
dan semua darah bertagih telah kita bayar lunas
sejak kalimat angkara kita terlanjur menjadi lampiran kajian Lemhanas
kau dan aku tahu pahlawan tak lagi datang dari kurusetra  
namun dalam bentuk donasi mie instan di tengah bencana
sejak tanah basah ini menagih janji mata yang dibayar mata
sejak mata sungai menagih suara mereka yang hilang di ujung desa
sejak kebebasan hanya berarti di hadapan kotak suara
sejak para ekonom memperlakukan nasib serupa statistik ramalan cuaca  
telah khatam kita baca semua analisa semua neraca  
semua muslihat tai kucing yang membenarkan semua prasangka
kita belajar membaca gejala dari jelaga  
pada malam-malam terhunus dan waras-waras kita terjaga  
memaksa tidur dengan satu kelopak mata terbuka
menahan pitam tanpa riak serupa telaga  
serupa hasrat yang dipertahankan setengah mati tetap menyala
pada setengah hidup kita yang mengalir mencari muara  
sehingga udara membutuhkan amis darah agar sirine tetap mengalun
agar waras diingatkan tentang wabah yang akut menahun
tentang pagut yang santun, yang memusuhi pantun
yang membakar habis hasratmu setelah dipaksa dipasung
mungkin kau ingat tentang petaka yang dalam hitungan kurun waktu singkat
berubah menjadi rahmat
merubah alam bawah sadarmu sehingga terbiasa dengan mayat
sekarang merubahmu kasat di depan deretan kalimat 
bergabung bersama mata-mata yang terbiasa terang bersama pekat
 
serupa kepastian, serupa asuransi
serupa janji yang meprediksi di mana kau suatu hari nanti dengan pasti
sehingga semua pertanyaan kau tinggal mati
sehingga rimaku hari ini dan terompet Israfil dapat bertukar posisi
dan menantang mentari…

20 ribu……

150 ribu………

Setengah juta………

700 ribu………

3 ribu………

1 juta……..

Angka yang saya tuliskan di atas bukan menunjukkan banyaknya uang yang saya miliki (karena saya memang tak pernah punya uang banyak), bukan juga menunjukkan banyaknya utang yang saya miliki (walaupun saya akui saya memang punya banyak hutang).

Tetapi angka di atas adalah angka-angka yang berhubungan dengan Amerika! Read the rest of this entry »

Di tiap zaman orang mengagumi sesuatu. Bisa dengan perasaan harap-cemas, ngeri, atau suka-ria. Sejarah tidak pernah lupa mencatat berapa banyak berhala dan kisah tentang legenda dan tragedi beserta para aktornya. Sebuah ide tentang kemerdekaan, pemenuhan hak-hak secara layak, dan persamaan yang merajai benak para pemuda dan mahasiswa Beijing mendorong mereka berkumpul di Tiananmen pada 1919 ketika menuntut pemerintah mengambil sikap tegas terhadap penjajah Jepang (yang kemudian memelopori tegaknya nasionalisme Kuomintang dan Komunisme Mao). Juga di 1989 saat demokrasi terdengar seperti pengurangan jam kerja, kenaikan upah, dan perbaikan taraf hidup.

Hal yang kurang lebih sama terjadi pada peristiwa Malari (Lima Belas Januari pada 1970-an) dan di depan Trisakti beberapa tahun silam. Bedil menyerang ide yang letaknya di kepala. Apa yang ada di kepala mereka bisa jadi berbeda-beda. Mereka menyuarakan keadilan. Tapi keadilan yang mana? Dalam bentuk apa? Ketika telah diperoleh, mau diapakan keadilan itu? Keadilan tampak abstrak saat itu. Yang tidak abstrak adalah para tentara yang dipersenjatai. Mereka mewakili sebuah kekuatan besar yang selama puluhan tahun dibiasakan tidak terlatih menghadapi kritik dan protes. Klimaks terjadi. Korban tidak terelakkan lagi. Yang tewas pada hari itu dianggap pahlawan. Tidak penting lagi apakah ia memang memasang badannya di depan kekuasaan atau ia tengah lari—menyelamatkan diri—dari medan lalu tersambar peluru nyasar. Yang penting ia mati. Itulah syarat menjadi pahlawan. Begitu juga mahasiswa yang tewas karena terkena bom. Pemakamannya diiringi lagu-lagu kebangsaan. Ia gugur sebagai pahlawan. Entah apa jasa dan kiprahnya bagi umat manusia.

Pernah seorang dosen menegur saya karena beberapa kali memperbarui janji yang telah disepakati. Kurang lebih ia mengatakan, “Anda mengacaukan jadwal saya. Saya tidak keberatan Anda membatalkan janji jika alasannya mengenai antara hidup dan mati.” Waktu itu saya cuma terdiam. Mati lagi. Beberapa hari kemudian ketika hendak beranjak dari rumahnya, di depan pintu saya berhenti untuk menatap matanya dalam-dalam sambil bertanya,

Read the rest of this entry »

.(ali mufti )

17 Nopember 2009 14:25

“abah! cari aku dong..!” teriak najma, putri sulung saya, yang lagi ngumpet bareng Ayla. “maap ya, mbak…! abah lagi kerja…!” jawab saya tidak beranjak dari depan laptop. “abah..! ayo cari dong…!” teriak najma lagi. “abah lagi sibuk, mbak…! maen ama adek ayla aja ya…?!” saya msh terpasung di depan laptop. tapi lalu selintas muncul pikiran baik saya, saya ingin kasih kejutan bwt putri2 saya.. saya pun keluar ruangan menuju ruang tamu tempat najma dan ayla bersembunyi di balik gordyn. “mana ya mbak najma ama mbak ayla…?! qo ga keliatan…?!” saya pura2 tidak melihat meski mereka nampak jelas ada di balik gordyn, mereka pun tertawa. saya terus mencari di samping mereka dan membuka gordyn tapi tetap pura2 tidak melihat, najma dan ayla semakin keras tertawa, mereka tau bahwa saya pura2 tidak melihat. “abah! aku disini..!” seru ayla, tapi saya msh saja terus mencari sambil pura2 tidak melihat mereka, tawa najma n ayla pun semakin keras.

Read the rest of this entry »

Pernahkan kamu bertemu dengan sesorang yang memiliki kharisma tinggi luar biasa, seolah-olah ia memiliki sebuah keajaiban tingkat tinggi yang mampu melihat apa yang tersembunyi di dalam hati dan fikiran manusia?. Ketika kita bicara sepatah kata, ia menyimpulkan senyumnya yang dalam, memandangmu dengan simpatik kemudian menguraikan dengan tepat, seluruh rasa yang ternyata sesuai dengan perjalanan, perasaan hati, kegelisahan, ketakutan, kegalauan, kebanggaan, kebahagiaan dan kegundah gulanaan yang ada di dalam diri kita.

Setelah pembicaraan selesai, kamu mulai terkagum-kagum dengan performanya, dengan keanggunan serta segala sesuatu tentangnya. Sebuah ikatan kepercayaan –yang anak-anak muda sekarang lazim mengatakan sebagai sandaran curhatan– mulai terjalin secara alamiah, apa yang menyebabkan mereka mampu melakukan itu. Apa yang menyebabkan mereka mampu bicara tanpa harus dibicarakan? Read the rest of this entry »

Pembebasan dari apa? Ya dari tiran yang berusaha mengalihkan penyembahan pada Allah menuju berhala-berhala yang muncul dalam aturan-aturan yang pengaplikasiannya bukan lagi brutal tetapi kanibal.

Kali ini, aku hanya akan bilang bahwa Hizbut Tahrir adalah sebuah gerakan yang meletakan pegas di kakiku, sebuah gerakan yang menjadi trampolin yang melontarkan diriku untuk melihat banyak hal.

Kenapa kukatakan begitu? Karena dulu, aku adalah orang yang bahkan tak mengenal arti ideologi. Jika kau kurang nyaman dengan ideologi ok, aku akan mengganti term itu dengan struktur. Karena dulu, aku hanya mengetahui fungsi sebuah struktur sebatas ecapan. Bahwa struktur itu penting (Anak SMA macam mana yang tak mengetahui hal itu), tetapi mengenai pemahaman apa itu struktur dan bagaimana kau menerapkan makna struktur itu di dalam kehidupan –dulu– aku tak bisa.

Read the rest of this entry »

Sewaktu kecil, saya bercita-cita menjadi seorang ilmuwan. Saya ingin memiliki laboratorium pribadi, lengkap dengan aneka tabung reaksi yang berisi cairan aneh warna-warni dengan asap membumbung memenuhi udara dan mikroskop berkekuatan tinggi. Alasannya sederhana, yaitu karena para jagoan dalam komik-komik Marvel yang saya koleksi adalah ilmuwan. Bruce Wayne seorang ilmuwan, begitu juga Peter Parker. Ketika “berkenalan” dengan Sherlock Holmes di kelas lima SD, semakin kuatlah keinginan itu. Anak kecil memang suka begitu. Rasanya begitu penting untuk mengidentikkan diri dengan sesuatu atau seseorang. Kita sering melihat seorang gadis cilik bermain ibu-ibuan atau anak lelaki tetangga yang bertingkah seperti jagoan Power Rangers setiap bangun tidur. Saya tidak tahu pasti, tapi yang menyenangkan dari khayalan itu adalah kita bebas menjadi tokoh utamanya. Sang pembela kebenaran dan keadilan. Si sempurna yang kuat dan pemberani. Setelah dewasa, khayalan serba sempurna itu kian sempit. Realitas di hadapan mengerat-ngeratnya sedemikian rupa lewat berbagai pilihan yang harus kita ambil, bukan semata-mata yang ingin. Identitas pun terbentuk dari situ.

Read the rest of this entry »

Kita tidak tahu. Kamu, aku, mereka, dan siapapun yang merasa hidup di tempat dimana Adam pernah terusir dari surga. Ada bilyunan makna. Ia semacam rahasia yang betah bersembunyi di balik bulir-bulir embun pada sela kelopak bunga
Photobucket

Kita Harus diantar ke liang lahat bersama bendera ini

Photobucket

 

January 2012
M T W T F S S
« Dec    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Categories

Recent Comments

Nyalacahaya on About Me
rakhmazaky on About Me
agung on No tItLe
sari on PRASANGKA
sari on PRASANGKA
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.