Mei 2, 2008
Sahabat….
Bersyukurlah bahwa kita telah mendapatkan hidayah
Ditunjuki oleh Allah, jalan yang haq
Ingatkah sahabat…
Umat manusia hidup mulia dan bahagia karena dakwah
Umat sedunia mengenal Islam karena dakwah
Dakwah inilah yang mengantarkan kita kepada kasih-Nya
Tidak sadarkah sahabat….
Jatuhnya kaum muslimin karena meninggalkan Islam Baca entri selengkapnya »
Tidak ada komentar » |
anCategorize |
Permalink
Ditulis oleh muhamadfikri
Maret 4, 2008
“Etha”
Barisan kata diatas adalah kata-kata yang biasa muncul di layar monitor komputer dalam sebuah dialog antar dua layar yang biasa disebut chatting. Sebuah fasilitas dialog dunia maya (internet) yang sedang digemari terutama oleh kalangan muda dan profesional. Penggunaannya kemudian tidak hanya sebagai sarana komunikasi seperti halnya telepon, surat ataupun email.
Internet dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan begitu memanjakan para penggunanya. Hanya dengan memainkan jari jemari sekedar menekan ‘tuts’ dan mengklik ‘mouse’ sepersekian detik saja anda sudah mampu menembus dunia tanpa batas ruang dan waktu. Dan salah satu yang sedang digemari dan tetap banyak penggunanya hingga saat ini adalah chatting.
Di kalangan muslim, fasilitas chatting awalnya digunakan untuk ajang silaturahim dan taushiah. Namun seiring perkembangan kebutuhan serta kesibukan para penggunanya, disamping juga sifat ‘memanjakan’ yang diberikannya, fasilitas tersebut tidak hanya menggantikan peran surat yang dianggap ‘tradisional’ disamping juga karena faktor kelambatan penyampaian informasinya, telepon yang biayanya relatif lebih mahal terlebih jika harus menggunakan sambungan interlokal, bahkan media-media silaturahim dengan acara ‘tatap muka’ pun bisa tergantikan dengan fasilitas satu ini, karena anda bisa mengirimkan gambar (pic = singkatan dari ‘picture’) ke layar teman bicara anda. Baca entri selengkapnya »
1 Komentar |
Renungan |
Permalink
Ditulis oleh muhamadfikri
Maret 4, 2008
Oleh : Fikri
Pada suatu hari Rasulullah saw beserta sahabat sedang duduk-duduk, tiba-tiba tampaklah dari kejauhan seorang pria yang masih muda dan amat kuasa perkasa tubuhnya. Ia bekerja dengan penuh semangat. Seorang sahabat berkata,”Alangkah kasihan orang itu. Seandainya kemudaan dan kekuatannya itu dipergunakan untuk berjihad tentu lebih baik”.
Mendengar ucapan sahabatnya Nabi saw bersabda,
”janganlah berkata seperti itu. Sebab seseorang yang keluar rumah untuk bekerja mencari nafkah bagi anaknya yang masih kecil, maka ia berusaha di jalan Allah. Jika ia keluar rumah bekerja untuk dirinya sendiri agar tidak meinta-minta, itu pun bekerja di jalan Allah. Tetapi apabila ia bekerja karena untuk pamer atau bermegah-megah maka ia berada di jalan setan
Kerja adalah kebutuhan manusia. Sama dengan kebutuhan yang lain. Perlu dipenuhi. Islampun memberikan porsi tersendiri tentang kerja ini. Makanya dijelas ulang tentang certia tadi. Difokuskan kepada pandangan nabi tentang orang yang bekerja dengan niat yang benar.
Hadist lain :
Barangsiapa yang beristrahat pada sore hari sesudah bersusah payah bekerja maka ia berada sore hari itu dalam keadaan mendapatkan ampunan Allah ( Al Hadist)
Juga, dalam riwayat lain Rasulullah mencium tangan sabahat ayng kasar Karena kerja keras kemudian bersabda inilah tangan yang dicintai oleh Allah dan Rasulnya. Baca entri selengkapnya »
1 Komentar |
Artikel |
Permalink
Ditulis oleh muhamadfikri
Februari 15, 2008
Oleh : Abu Aufa
Jika seorang lelaki ingin menarik hati seorang wanita, biasanya yang ditebarkan adalah berjuta-juta kata puitis bin manis, penuh janji-janji untuk memikat hati, “Jika kau menjadi istriku nanti, percayalah aku satu-satunya yang bisa membahagiakanmu,” atau “Jika kau menjadi istriku nanti, hanya dirimu di hatiku” dan “bla…bla…bla…” Sang wanita pun tersipu malu, hidungnya kembang kempis, sambil menundukkan kepala, “Aih…aih…, ‘aa’ bisa aja.” Onde mande, rancak bana !!!
Lidah yang biasanya kelu untuk berbicara saat bertemu gebetan, tiba-tiba jadi luwes, kadang dibumbui ‘ancaman’ hanya karena keinginan untuk mendapatkan doi seorang. Kalo ada yang coba-coba main mata ama si doi, “Jangan macem-macem lu, gue punya nih!” Amboi… belum dinikahi kok udah ngaku-ngaku miliknya dia ya? Lha, yang udah nikah aja ngerti kalo pasangannya itu sebenarnya milik Allah SWT. Baca entri selengkapnya »
Tidak ada komentar » |
Pra Nikah |
Permalink
Ditulis oleh muhamadfikri
Januari 11, 2008
“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS Muhammad [47]: 7)
Ba’da salam dan tahmid.
Saudaraku yang insya Allah dimuliakan Dzat yang Mahamulia, aku berharap semoga antum semua berada dalam lindungan Allah. Senantiasa bersyukur dan bersabar atas segala yang telah diberikanNya kepada kita. Kita yang lemah dan tak berdaya, meski hanya untuk mengatur detak jantung dan hembusan nafas ini. Semoga kita menjadi hambaNya yang pandai mencuri perhatianNya dan menjadi kekasihNya. Kita berharap agar apa yang kita lakukan dalam keseharian kita senantiasa sesuai dengan petunjukNya dan petunjuk RasulNya. Berserah diri dengan segala ketentuanNya dan menjadi pejuang untuk membela agamaNya. Baca entri selengkapnya »
Tidak ada komentar » |
Motivation |
Permalink
Ditulis oleh muhamadfikri
Januari 11, 2008
kiriman: Yati supriyati
Seorang muslimah dengan berkaca-kaca bercerita kepada saya bahwa ia ingin segera menikah. Masalah itu begitu berat membebani pikirannya bahkan mempengaruhi ibadahnya. Ia menjadi tidak tenang, shalat tidak khusyu’, juga sulit tidur. Kondisi fisiknya tentu jadi ikut terpengaruh.
Saya sedih mendengar curhatnya. Saya juga mencoba memahami perasaannya. Tapi wajarkah jika hal ini mengacaukan segalanya?
Ketika kuliah saya berharap bisa menikah maksimal usia 25 tahun. Namun Allah swt baru memberikan jodoh saat usia saya 27 tahun. Meski ‘hanya’ 2 tahun menanti, masa itu nyatanya tidaklah dapat dikatakan sebentar untuk menguji kesabaran jika tanpa ketegaran, rasa percaya diri, bebas dari prasangka dan perasaan tertekan. Satu hal yang membuat saya selalu merasa bersyukur saat itu adalah, Allah menolong saya tetap memiliki obsesi dan berkarya. Baca entri selengkapnya »
1 Komentar |
Paska Nikah |
Permalink
Ditulis oleh muhamadfikri
Januari 5, 2008
oleh : Muhamad Fikri
Berjuang, Bekerja, atau aktifitas dalam bidang apapun, wajib memerlukan keikhlasan. Karena hanya orang-orang yang ikhlaslah yang akan ditolong Allah swt. begitu pula salah satu syarat diterimanya sebuah amal adalah ikhlas. sehingga, dengan ketidak ada anya ikhlas dalam setiap amalan kita, bisa dipastikan amal kita akan sia-sia. Ikhlas merupakan amal hati. Sehingga tidak bisa diketahui kecuali oleh dirinya sendiri dan Allah. Bahkan dirinya sendiri juga perlu meneliti lebih dalam lagi pada hatinya, apakah ia melakukan sebuah aktifitas atau amal tersebut benar-benar ikhlas, atau masih terkotori dengan niat-niat serta tujuan lain yang lain. karena Ikhlas adalah melakukan segala aktifitas dengan satu tujuan, yaitu semata-mata Karena Allah SWT, bukan tujuan lain atau duniawi.
dari Abu Umamah al Bahili, Rasulullah Saw bersabda :
…إنّ اللّه لايقبل إلاّ ما كان له خالصا، وبتغي به وجهه.
Sesungguhnya Allah tidak akan menerima amal kecuali amal yang dlaksanakan dengan ikhlas dan dilakukan karena mengharap ridha Allah semata. (HR. an-Nasai,dan Abu Dawud) Baca entri selengkapnya »
Tidak ada komentar » |
Siroh |
Permalink
Ditulis oleh muhamadfikri
Januari 5, 2008
Oleh: Sigit Nur Setiyawan
(telah melalui proses editing)
Bel masuk sekolah membuat suasana menjadi ramai, sebagian anak-anak kelas 2 B mempersiapkan catatan kecil yang ditulis di meja untuk nyontek karena konon kabarnya pagi itu akan diadakan ulangan matematika Pak Budi yang super killer itu. Tetapi sebagian yang lain seperti tidak takut akan adanya ulangan matematika, malahan mereka pada ngerumpi masalah aktual seputar film, hiburan dan terutama cowok dan cewek mereka.
Wawan salah satu makhluk penghuni kelas 2 B yang termasuk anak yang rajin dan selalu dapat ringking itu kelihatan santai kayak tidak akan terjadi apa-apa saja pagi itu. Dia malah sedang asyik mencorat-coret buku tulisnya dengan beberapa huruf yang dirangkai menjadi sebuah nama. Ya mungkin dialah nama yang menjadi pujaan hati Wawan. Ya Anggi nama gadis imut-imut bendahara Rohis yang terkenal ulet dan pantang menyerah dan berpenampilan cool itu ternyata telah berhasil mengisi renung hati Wawan.
“Kamu sungguh manis Nggi, manis orangnya dan manis kepribadiannya” gumam Wawan dalam hati.
“Anggi, andai saja kau tau perasaanku padamu, apakah kamu akan menerimanya?” Wawan terus-menghayal tanpa memperhatikan Pak Budi yang sudah berdiri di depan pintu Kelas 2 B. Lamunan Wawan pada pagi itu mendadak menjadi hilang ketika Pak Budi The Killer Man itu datang ke kelas dan membagikan soal ulangan harian. Baca entri selengkapnya »
Tidak ada komentar » |
Cerpen |
Permalink
Ditulis oleh muhamadfikri