Oleh : Fikri
Pada suatu hari Rasulullah saw beserta sahabat sedang duduk-duduk, tiba-tiba tampaklah dari kejauhan seorang pria yang masih muda dan amat kuasa perkasa tubuhnya. Ia bekerja dengan penuh semangat. Seorang sahabat berkata,”Alangkah kasihan orang itu. Seandainya kemudaan dan kekuatannya itu dipergunakan untuk berjihad tentu lebih baik”.
Mendengar ucapan sahabatnya Nabi saw bersabda,
”janganlah berkata seperti itu. Sebab seseorang yang keluar rumah untuk bekerja mencari nafkah bagi anaknya yang masih kecil, maka ia berusaha di jalan Allah. Jika ia keluar rumah bekerja untuk dirinya sendiri agar tidak meinta-minta, itu pun bekerja di jalan Allah. Tetapi apabila ia bekerja karena untuk pamer atau bermegah-megah maka ia berada di jalan setan
Kerja adalah kebutuhan manusia. Sama dengan kebutuhan yang lain. Perlu dipenuhi. Islampun memberikan porsi tersendiri tentang kerja ini. Makanya dijelas ulang tentang certia tadi. Difokuskan kepada pandangan nabi tentang orang yang bekerja dengan niat yang benar.
Hadist lain :
Barangsiapa yang beristrahat pada sore hari sesudah bersusah payah bekerja maka ia berada sore hari itu dalam keadaan mendapatkan ampunan Allah ( Al Hadist)
Juga, dalam riwayat lain Rasulullah mencium tangan sabahat ayng kasar Karena kerja keras kemudian bersabda inilah tangan yang dicintai oleh Allah dan Rasulnya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis oleh muhamadfikri
Ditulis oleh muhamadfikri