Mei 9, 2009
Kesuksesan adalah harapan semua orang, siapapun dan apapun yang mereka kerjakan. Namun, untuk mendapatkan kesuksesan ada ‘harga yang harus dikeluarkan’. “No free lunch” kata kaum kapitalis. Hanya saja, berharap sukses tanpa bekerja adalah mimpi di siang hari bolong.
Setiap pekerjaan dan aktifitas manusia mestilah memiliki tujuan dan target tertentu. Agar tujuan dan target tersebut bisa tercapai maka gambaran tentang tujuan dan target serta urutan pekerjaan juga harus jelas.
Untuk membangun sebuah rumah, misalnya, tentu harus jelas dan pasti bahan-bahan apa yang mesti dipersiapkan, merancang bangunannya dan tentu saja mengerjakannya. Tanpa semua ini maka tujuan membangun rumah tidak akan pernah terwujud.
Bagaimana dengan berkeluarga? Menikah dan memiliki anak? Bagi sebagian kalangan menikah membentuk keluarga begitu menakutkan, sehingga mereka memilih untuk tidak menikah. Sebagiannya lagi merasa tidak ada salahnya mencoba. Pada akhirnya, bahtera keluarga diarungi di atas hukum eksperimen trial and error yang berujung dengan rasa putus asa karena kandas di tengah jalan. Wabah takut menikah ini benar-benar telah menjadi gejala. Celakanya, rangsangan seksual terus membombardir. Nggak di tv, bioskop, magazine, tabloid, hingga live show, tampilan menggoda ala ‘anak RT’ (angkat rok tinggi-tinggi), berpakaian ala’kadar’ (buka dada lebar-lebar)- nya makin mengundang selera. Di sisi lain, beban menghadapi keluarga kian berat seolah tak terpikul. Tanpa kekuatan iman yang melandasi misi hidup, makin semaraklah gaul bebas berwujud free love dan free sex berbalut ‘cinta sejati’. Bahkan ini dianggap sebagai jalan keluar terbaik oleh para pemuja kenikmatan seksual. Mendapat layanan demi penuhi selera memuaskan gairah, tanpa harus susah payah memberi nafkah. Endingnya, meniadakan peran pencipta manusia sebagai pengatur kehidupan. Sterilisasi dunia dari peran Tuhan!
Mengapa semua ini terjadi? Penyebabnya ternyata berasal dari 2 sumber. Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Pra Nikah |
Permalink
Ditulis oleh muhamadfikri
Februari 15, 2008
Oleh : Abu Aufa
Jika seorang lelaki ingin menarik hati seorang wanita, biasanya yang ditebarkan adalah berjuta-juta kata puitis bin manis, penuh janji-janji untuk memikat hati, “Jika kau menjadi istriku nanti, percayalah aku satu-satunya yang bisa membahagiakanmu,” atau “Jika kau menjadi istriku nanti, hanya dirimu di hatiku” dan “bla…bla…bla…” Sang wanita pun tersipu malu, hidungnya kembang kempis, sambil menundukkan kepala, “Aih…aih…, ‘aa’ bisa aja.” Onde mande, rancak bana !!!
Lidah yang biasanya kelu untuk berbicara saat bertemu gebetan, tiba-tiba jadi luwes, kadang dibumbui ‘ancaman’ hanya karena keinginan untuk mendapatkan doi seorang. Kalo ada yang coba-coba main mata ama si doi, “Jangan macem-macem lu, gue punya nih!” Amboi… belum dinikahi kok udah ngaku-ngaku miliknya dia ya? Lha, yang udah nikah aja ngerti kalo pasangannya itu sebenarnya milik Allah SWT. Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Pra Nikah |
Permalink
Ditulis oleh muhamadfikri
Januari 5, 2008
Ya Muqollibal Qulub Tsabbit qolbi ‘alad diinik…
Ya Muqollibal Qulub Tsabbit qolbi ‘alad da’watik…
Love is a give (Cinta adalah berkah)…
Bahkan salah seorang ikhwah mengatakan:
Love is the essence of life (Cinta adalah inti sari kehidupan)…
Cinta 4JJI yang membuat bumi ada…
Cinta 4JJI yang membuat sang surya bersinar…
Cinta antar manusia yang membuat hidup tenteram dan nyaman…
Ketika kita mencintai, tidak ada kata pamrih disana…
Yang ada hanya memberi tanpa mengharap menerima…
Mirip seperti itulah hakikat menjadi da’I…
Dia harus siap mengorbankan hidup dan matinya demi da’wah…
Dia selalu memberi utk Islam,tanpa mengharapkan menerima utk setiap kerja da’wahnya…
Itulah ikhlash…
Siap menjadi jundi dan pada saat yang sama siap menjadi qiyadah…
Siap mengeluarkan uang utk da’wah…
Siap mengeluarkan tenaga utk da’wah… Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Pra Nikah |
Permalink
Ditulis oleh muhamadfikri
Januari 5, 2008
Dear ukhti-ukhtiku yang kucintai karena Allah, apa kabar iman-mu hari ini? Semoga Allah Yang Maha Indah selalu memberi keindahan padamu dan melindungimu dari segala keburukan
Ukhti-ukhtiku yang kucintai karena Allah, sebaik2 perhiasan dunia adalah wanita sholehah. Dan “perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai sholat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami.” (HR.Ibnu Hibbab dari Abu Hurairah) Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Pra Nikah |
Permalink
Ditulis oleh muhamadfikri