Budak yang Melahirkan Majikan

angry_baby1Saya sempat mendengar tentang hadis nabi yang mengatakan bahwa salah satu tanda-tanda kiamat adalah adanya budak yang melahirkan majikan. Saya sudah terlanjur menganggap bahwa dalil (baik Al Quran maupun Hadis Rasul) bisa bermakna denotatif (sebenarnya) dan bisa pula bermakna konotatif (kiasan). Memahami hadis di atas pun saya berlaku demikian. Budak yang melahirkan majikan bisa bermakna sebenarnya, yaitu seorang budak perempuan yang telah melahirkan anak majikannya. Bisa pula bermakna kiasan, yaitu seorang ibu (baca: orangtua) yang telah melahirkan anak yang kelakuannya sudah seperti majikan. Di sini saya tidak ingin membahas makna yang pertama, melainkan yang kedua, yaitu tentang orangtua yang telah menjadi budak atas kuasa anak-anaknya (majikan).

Continue reading

Menikah bukan unjuk PRESTASI

resepsi-pernikahanBeberapa tahun yang lalu, Seorang muslimah dengan berkaca-kaca bercerita kepada saya bahwa ia ingin segera menikah. Masalah itu begitu berat membebani pikirannya bahkan mempengaruhi ibadahnya. Ia menjadi tidak tenang, shalat tidak khusyu’, juga sulit tidur. Kondisi fisiknya tentu jadi ikut terpengaruh.

Saya sedih mendengar curhatnya. Saya juga mencoba memahami perasaannya. Tapi wajarkah jika hal ini mengacaukan segalanya?

Ketika kuliah saya berharap bisa menikah maksimal usia 25 tahun. Namun Allah swt berkehendak lain “menanti”, masa itu nyatanya tidaklah dapat dikatakan waktu sebentar untuk menguji kesabaran jika tanpa ketegaran, rasa percaya diri, bebas dari prasangka dan perasaan tertekan. Satu hal yang membuat saya selalu merasa bersyukur saat itu adalah, Allah menolong saya tetap memiliki obsesi dan berkarya. Continue reading

Eksistensialisme

Saya sering berjumpa dengan beberapa teman yang memiliki motto hidup seperti ini: “Gue mah ngejalanin hidup ini mengalir aja, sama kaya air.”

Pada mulanya saya tertarik dengan motto hidup “mengalir” seperti itu. Tampaknya asyik. Tak usah repot-repot membuat daftar target yang mesti dicapai. Tak perlu membayangkan besok saya harus begini, lusa saya mesti begitu, tahun depan saya ingin menjadi ini dan itu. Jalani saja hidup ini dengan mengalir. Amini segala hal yang telah terjadi. Syukuri semua yang telah kita dapati. Lihatlah, betapa asyik sekali. Continue reading

Sebuah Kata yg mengganggu lelapku

Here is your winner !Malam baru saja menampakkan wujudnya di luar jendela. di dalam pikiran, sebuah kata menggema. semakin lama semakin gaduh, dan kesunyian pun luruh. saya berusaha untuk tidak peduli, pura-pura sibuk menghimpun lelah, agar kantuk segera mendapatkan sedikit celah. Siapa tahu saja saya akan langsung tertidur, bermimpi, dan kata yang gaduh itu akan segera enyah ke negeri entah.

Namun, kata itu tak juga kunjung menghilang, malah gema nya terdengar semakin riang. Ah! baiklah. Saya menyerah. Untuk sementara waktu, keinginan untuk tidur langsung saya kubur, dan  kata itu terlihat begitu terhibur.

Saya segera meraih pena dan kertas, lantas menuliskan kata itu dengan agak sedikit malas. Baiklah dengan semangat sok tahu, saya pun mencoba membuat tulisan yang berkaitan dengan kata itu : MENANG. Continue reading

DUNIA

Bagaimana kabar keimananmu sahabat?

Entah sudah berapa lama aku tidak memperbaharui blog ini. Ada banyak hal yang kutelantarkan: sosial network, hubungan dengan sahabat-sahabatku pun berkurang. Aku merasa hidupku semakin ketat. Tentu, jangan kau artikan keketatan itu macam-macam. Berbahaya, ini bulan puasa Bung!

Waktu, waktu, waktu. Semakin umurku bertambah semakin sibuk hidupku. Dan itu mengerikan. Pernah pada satu waktu aku membawa pulang pekerjaanku ke rumah. Aku nyalakan laptop. Saat itu kondisi tubuhku, otakku sudah panas. Aku mengerjakan pekerjaan dengan terpaksa. Ada sesuatu yang ingin menyeruak, keluar dari hatiku. Aku terus memperhatikan dan mengetikkan sesuatu di layarnya. Pikiranku resah, dan dengan tiba-tiba aku membenci diriku sendiri, rasanya capai seluruh tubuh, seluruh pikiran, aku tutup monitor laptop ku. “Dunia…dunia!”

Aku hampir menangis. Apa yang sudah kulakukan dengan dunia ini? Tanpa sadar aku mengucapkan hal itu. Alam bawah sadarku bermain. Masya Allah apa yang aku lakukan sebulan belakangan ini? Aku focus pada dunia, kenapa tidak aku matikan saja seluruh pekerjaan  ketika aku berada di rumah? Aku kemudian teringat kembali atas apa yang disampaikan oleh Abdurrahman al Baghdady,

Ketika itu di sebuah majlis, beliau kemudian mengingatkan.“Jangan serta merta kita merasa sudah menunaikan kewajiban, mencurahkan diri untuk menyampaikan.”

Aku tersindir, ya mencurahkan tentu berbeda dengan menyempatkan. Aku tidak mencurahkan, saat ini aku menyempatkan. Ya hanya menyempatkan. Fokus kehidupanku hanyalah bekerja dan bekerja, sementara dulu ketika masuk ke dalam dunia kerja, aku berfikir bahwa aku bisa melakukan banyak hal di sini. Tapi kenyatannya aku malah terbenam dalam pekerjaan. Memang, aku masih menyempatkan diri untuk berbicara mengenai keyakinanku, mengenai idealisme ku akan Islam, mengenai bahwa kita harus kembali pada Islam. Tapi rasanya berbeda.

Ada banyak hal yang harus ditahan-tahan ketika harus berhadapan dengan perusahaan. Bahkan aku seringkali menemukan beberapa yang tidak berani berbicara mengenai yang seharusnya ia sampaikan. Aku kadang hampir muak dengan ucapan-ucapan trainer yang seringkali kami undang kemudian mengutip kisah sejarah para sahabat bahkan rasul sendiri dalam performance-nya. Continue reading

Impian Lain

Menonton The Gladiator atau Atilla the Hun, serta membaca Encyclopedia Britanica, membuat saya tahu bagaimana bangsa Romawi di masa lalu menatap peradaban mereka. Mereka sangat bangga dengan simbol-simbol kebudayaan mereka. Setidaknya ada tiga simbol kebanggaan mereka yaitu Coloseum, tempat olah raga dan adu singa dengan manusia; Theatre, tempat main opera; serta patung-patung manusia yang mereka desain dengan sangat indah. Continue reading

Guru

Kali ini aku ingin menulis tentang guruku. Ketika aku mendefinisikan seseorang sebagai guru, itu artinya ia adalah orang yang aku belajar banyak darinya meski aku tak banyak belajar (hehe… sikap seorang oportunis, bukan?) Aku ingin mengenangnya. Jika aku melupakannya, aku tak bisa memafkan diriku sendiri. Melupakan guru sungguh menyedihkan. Mengibakan. Karenanya, aku ingin memandang mesra kepada hal-hal yang menyentuh itu, mengumpulkannya, lalu membingkainya supaya tetap mempesona di dalam hati. Dan tentu saja aku hapal dengan sehapal-hapalnya bahwa kau bisa saja mengataiku sentimentil, melankolis, sok berpandangan alternatif, atau berbicara tak penting. Aku mengenal orang seperti itu dan pernah larut dalam jiwa seperti itu; ketika aku memuasi sepi. Saat itu aku tak menaruh minat pada orang lain, tak mencintai siapa pun dan tak pernah tertarik pada apapun. Aku hanya tertarik pada hal-hal besar dan tak punya waktu memperhatikan detail. Aku orang yang Serius (dengan huruf besar “S”). Tetapi sungguh menjemukan. Kau tak pernah mencintai siapa pun? Uh, betapa kau pantas mengasihani dirimu sendiri. Maka kubuat saja tulisan ini kepada dunia. Tetapi sayangnya dunia tidak pernah menulis surat kepadaku. Itu bisa kumaklumi, tapi tidak untuk sikap sentimen sok serius yang tak pernah bisa menghargai tegur sapa seorang kawan, lelucon seorang humoris, atau melankolia seorang pecinta. Kau tak nyaman membaca tulisanku? Sudah sewajarnya. Continue reading

Stupid is Stupid does (Forrest Gump)

Forrest Gump adalah sebuah film yang mengisahkan perjalanan hidup seorang manusia yang ditakdirkan memiliki IQ 75 (dianggap di bawah rata-rata) bernama Forrest Gump. Sejak kecil, Forrest Gump diremehkan anak-anak seusianya karena dianggap bodoh. Hal ini sangat nampak sekali pada adegan ketika Forrest Gump menaiki bis yang akan mengantarkannya ke sekolah. Di bis tersebut, semua teman-temannya tidak mau duduk sebangku dengan dia. Forrest Gump pun kebingungan harus duduk dimana, sampai saat seorang gadis kecil yang manis bernama jenny mempersilahkan Forrest Gump untuk duduk di sampingnya.

Forrest Gump memang bukan orang yang memiliki IQ tinggi, tapi dia selalu berusaha keras dan menjadi orang terbaik di bidang yang dia kuasai. Dalam film tersebut forrest Gump menjadi pelari yang sangat cepat sehingga dia masuk ke dalam tim foot ball amerika dan menghantarkan tim tersebut memenangkan pertandingan dengan kemampuannya berlari cepat. Forrest gump juga menjadi pemain ping pong terbaik sehingga dia diutus mewakili negaranya bermain ping pong di Cina. Forrest Gump adalah sahabat yang baik. Forrest Gump selalu memenuhi janjinya kepada sahabatnya sesama prajurit dalam perang Vietnam, Bubba, untuk mewujudkan impian memiliki kapal penangkap udang. Forrest Gump selalu berusaha melindungi Jenny jika ada orang yang ingin menyakitinya. Bahkan,  Forrest Gump mendapat medali penghargaan karena menyelamatkan rekan-rekannya dalam perang Vietnam. Continue reading

Nama

Siapa yg kenal Mujair, seorang nelayan yg mungkin tinggal di Tulungagung. Tapi namanya melegenda gara-gara ikan yg ia temukan dan ia pelihara di kolamnya. Siapa yg kenal Mukibat, seorang petani yg entah tinggal di Jawa Tengah atau Jawa Barat. Tapi namanya lekat lewat nama singkong yg ia budidayakan di kebunnya. Mereka orang sederhana, hidup sederhana, dan menemukan hal sederhana, tapi melegenda. Continue reading

kEcEmAsAn

kecemasan baru lagi muncul tiba-tiba. rasanya bilyunan lafal yang dipanjatkan orang bertuhan karena takut terhadap dosa-dosa yang akan dimintai tanggung jawabnya kelak itu tak pernah cukup untuk melipat rapi kecemasan dan menyimpannya di dalam sebuah kotak untuk kemudian saya kuburkan, dan setelah itu saya akan berjalan dengan mapan.

tapi jujur, saya tetap tidak bisa melakukannya. kecemasan baru itu lagi-lagi muncul.

dan inilah sumber kecemasan itu:

Continue reading