Oleh : Fikri

Pada suatu hari Rasulullah saw beserta sahabat sedang duduk-duduk, tiba-tiba tampaklah dari kejauhan seorang pria yang masih muda dan amat kuasa perkasa tubuhnya. Ia bekerja dengan penuh semangat. Seorang sahabat berkata,”Alangkah kasihan orang itu. Seandainya kemudaan dan kekuatannya itu dipergunakan untuk berjihad tentu lebih baik”.

Mendengar ucapan sahabatnya Nabi saw bersabda,

”janganlah berkata seperti itu. Sebab seseorang yang keluar rumah untuk bekerja mencari nafkah bagi anaknya yang masih kecil, maka ia berusaha di jalan Allah. Jika ia keluar rumah bekerja untuk dirinya sendiri agar tidak meinta-minta, itu pun bekerja di jalan Allah. Tetapi apabila ia bekerja karena untuk pamer atau bermegah-megah maka ia berada di jalan setan

Kerja adalah kebutuhan manusia. Sama dengan kebutuhan yang lain. Perlu dipenuhi. Islampun memberikan porsi tersendiri tentang kerja ini. Makanya dijelas ulang tentang certia tadi. Difokuskan kepada pandangan nabi tentang orang yang bekerja dengan niat yang benar.

Hadist lain :

Barangsiapa yang beristrahat pada sore hari sesudah bersusah payah bekerja maka ia berada sore hari itu dalam keadaan mendapatkan ampunan Allah ( Al Hadist)

Juga, dalam riwayat lain Rasulullah mencium tangan sabahat ayng kasar Karena kerja keras kemudian bersabda inilah tangan yang dicintai oleh Allah dan Rasulnya.

1. Sudah Jelas Konsep Islam tentang kerja. Tapi kenyataannya banyak kaum muslim tidak memaksimalkan untuk bekerja

    • Perubahan pemahaman kerja bukan hanya materi
    • Harus didasarkan kepada pemahaman keimanan, Dahsyat ( Materi + Iman ). Ini adalah kekuatan yang belum diangkat oleh Kaum muslimin

Melihat hal tersbut kaum muslimin memahami kerja sebagai kerja tanpa ada nilai keimanan disitu. Sehingga tidak kuat dorongannya.

2. Berarti harus ada upaya untuk mengkaitkan kerja dengan iman ( Ibadah ). Bagaimana caranya untuk menyatukan kaum muslimim dalam pemahaman tersebut.

Caranya dengan dakwah bukan dakwah :

Hanya memberikan kerja harus dilihat dari iman / Ibadah. Tapi harus disadarkan kepada kaum muslimin pentingnya makna pengampunan dari Allah, Ridho Allah dan Cintainya Allah. Kalau tidak selesai masalah tersbut makan Sulit untuk memasukan pemanahan tersebut.

Jelaskan tentang Hadist diatas dan Allah lebih mencintai tangan diatas dibandingkan tangan yang dibawah.

Sejauhmana kita memahami Cintainya Allah dihadist terbut sehingga kita maksimal kerja untuk mnejadi tangan diatas.

3. Sisi lain banyak juga kaum muslimin yang paham tentang konsep Kerja sebagai Ibadah. Tapi Kondisinya belum bagus secara ekonomi, gimana?

Dipisahkan Kerja dengan Hasil. Hasil Banyak factor yang mempengaruhinya tidak hanya oleh kerja saja. Tapi kalau kita tetap bekerja insyaallah akan bagus secara ekonomi. Expert dibidangnya. Letak dari iman itu akan menjaga konsistensi/ istiqomah kita bekerja . Kalau berpatokan kepada materi maka kita akan putus asa. Itu Penting

4. Terkadang kita rajin bekerja dan terkadang malas. Bagaimana mempertahankan kestabilan kerja kita

Alamiyah. Yang perlu

    • Ruba paradigam kerja
    • Tetapkan tujuan panjang dan pendek
    • Lakukan yang lebih sederhana
    • Lakukan satu per satu