Forrest Gump adalah sebuah film yang mengisahkan perjalanan hidup seorang manusia yang ditakdirkan memiliki IQ 75 (dianggap di bawah rata-rata) bernama Forrest Gump. Sejak kecil, Forrest Gump diremehkan anak-anak seusianya karena dianggap bodoh. Hal ini sangat nampak sekali pada adegan ketika Forrest Gump menaiki bis yang akan mengantarkannya ke sekolah. Di bis tersebut, semua teman-temannya tidak mau duduk sebangku dengan dia. Forrest Gump pun kebingungan harus duduk dimana, sampai saat seorang gadis kecil yang manis bernama jenny mempersilahkan Forrest Gump untuk duduk di sampingnya.

Forrest Gump memang bukan orang yang memiliki IQ tinggi, tapi dia selalu berusaha keras dan menjadi orang terbaik di bidang yang dia kuasai. Dalam film tersebut forrest Gump menjadi pelari yang sangat cepat sehingga dia masuk ke dalam tim foot ball amerika dan menghantarkan tim tersebut memenangkan pertandingan dengan kemampuannya berlari cepat. Forrest gump juga menjadi pemain ping pong terbaik sehingga dia diutus mewakili negaranya bermain ping pong di Cina. Forrest Gump adalah sahabat yang baik. Forrest Gump selalu memenuhi janjinya kepada sahabatnya sesama prajurit dalam perang Vietnam, Bubba, untuk mewujudkan impian memiliki kapal penangkap udang. Forrest Gump selalu berusaha melindungi Jenny jika ada orang yang ingin menyakitinya. Bahkan,  Forrest Gump mendapat medali penghargaan karena menyelamatkan rekan-rekannya dalam perang Vietnam.

Sementara Jenny, adalah gadis manis yang memiliki kemampuan berpikir seperti orang kebanyakan. Jenny bercita-cita ingin menjadi penyanyi terkenal. Jenny ingin bebas melakukan apapun. Hal ini tersirat dalam doanya di kebun jagung: Tuhan, jadikan aku burung agar aku bisa terbang kemanapun.

Jenny berusaha mewujudkan cita-citanya dengan melakukan apapun. Jenny pernah dikeluarkan dari kampusnya gara-gara memakai jaket almamater ketika menjadi foto model di majalah Playboy (saya gak harus cerita ini majalah apaan, kan?!). Jenny bersedia menjadi penyanyi telanjang di sebuah tempat hiburan malam dan menggunakan heroin. Jenny terjerumus dalam pergaulan bebas sehingga sakit karena dihinggapi virus yang menurut dokter tidak ada obatnya (mungkin mengidap HIV).

Ah, ngapain saya cerita panjang lebar?! Bukankah akan lebih ashoy jika kalian nonton sendiri film ini?! Namun, saya ingin berbagi dengan kalian beberapa pelajaran yang saya dapatkan dari film ini. Bahwa, adalah penting bagi kita untuk menghargai orang lain meskipun ia ditakdirkan memiliki sisi yang tidak sama dengan kebanyakan orang. Bahwa, adalah penting bagi kita untuk mengikuti aturan main yang benar dalam hidup ini dan siapapun bisa mengikuti aturan tersebut selama dia mampu berpikir, tak peduli kemampuan berpikirnya cepat atau pun lambat.

Salah satu pelajaran yang berharga dalam film ini adalah pernyataan ibu dari Forrest Gump bahwa:

 

Bodoh adalah perbuatan bodoh.

Forrest Gump selalu menjawab dengan pernyataan yang diajarkan ibunya ini jika dia ditanya orang lain: apakah kamu bodoh? Maka Forrest Gump akan menjawab:

 

Bodoh adalah perbuatan bodoh.

Saya sepenuhnya sepakat dengan pernyataan ibunya Forrest Gump bahwa:

 

Bodoh adalah perbuatan bodoh.

Sedangkan perbuatan bodoh adalah ketika seseorang melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan aturan atau tuntunan yang semestinya (baca: yang benar). Sehingga, tak peduli secerdas apapun dia, bila dia tidak menggunakan kecerdasannya untuk mengikuti dan memperjuangkan yang benar, maka dia adalah orang yang patut dikasihani dan mengasihani diri karena dia adalah orang yang melakukan perbuatan bodoh sehingga dia layak mendapat predikat: bodoh.

Sehingga seorang yang memimpin negara sekalipun, seperti Abu Jahal, tetap saja dianggap bodoh karena menolak untuk menerima dan menerapkan aturan yang benar, yaitu islam. Tak peduli secerdas apapun kemampuan akal seorang pelajar, mahasiswa, ilmuwan, tokoh terkenal, pimpinan ormas, pemimpin partai, dll pada hakikatnya hanyalah seorang yang bodoh jika dia tidak mau menerima kebenaran dan melaksanakannya.

Begitu pula tidak adil jika kita meremehkan orang-orang yang ditakdirkan memiliki kemampuan berpikir yang lambat. Bersyukur, Islam adalah tuntunan hidup untuk semua IQ. Buktinya, orang-orang Arab baduy yang katanya terbelakang dalam berpikir pun bisa mengimani adanya Allah hanya dengan memahami bahwa adanya kotoran unta menunjukkan adanya unta dan adanya jejak-jejak kaki di gurun pasir membuktikan bahwa pernah ada orang yang melintasi gurun tersebut. Maka mustahil adanya alam semesta beserta isinya ini bila tidak ada yang menciptakan.

Alhamdulillah, saya insya Allah tidak termasuk orang yang lancang menganggap remeh orang-orang yang memiliki kecerdasan di bawah kebanyakan orang. Kenapa? Karena saya sudah banyak menyaksikan orang-orang yang dianggap cerdas, prestasi akademiknya tinggi, namun lalai terhadap aturan Allah. Sebaliknya, saya pun sudah sangat sering bertemu dengan orang yang kurang cepat mencerna permasalahan tapi dia berusaha keras untuk selalu memahami aturan Allah dan mentaatinya. Perlahan tapi pasti, prestasi ketaatan orang-orang yang dianggap kurang cerdas ini pun semakin meninggalkan orang-orang yang katanya cerdas.

Kebenaran adalah tetap kebenaran meskipun yang mengatakannya adalah orang yang memiliki kemampuan berpikir yang lambat atau memiliki masa lalu yang gelap. Laksana pisang goreng hangat yang saya nikmati ketika saya menulis artikel ini, dia akan tetap terasa nikmat meskipun yang menghidangkannya adalah seorang buruh mantan perampok yang sudah insyaf yang tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi.

Sementara, ide busuk adalah tetap ide busuk! Sekalipun yang menyerukannya adalah seorang kiai alumni al-Azhar, Mesir, atau pun profesor dari universitas ternama di sebuah negeri yang pandai mengolah kata-kata! Bukankah tahi akan tetap tahi meskipun seorang sarjana lulusan amerika mengungkapkannya dengan kata-kata seperti: “benda selembut adonan bolu yang berwarna kuning keemasan dan keluar dari lubang ekskresi manusia bagian belakang”??

Kembali lagi pada Forrest Gump. Adalah tidak adil jika kita mencela dan meremehkan orang yang ditakdirkan lambat dalam berpikir seperti Forrest Gump. Adalah tidak adil jika kita melecehkan orang hanya karena sesuatu yang disebabkan oleh takdir, seperti yang dilakukan Letnan Dan dalam film Forrest Gump yang berkata kepada Bubba, “hati-hati, jangan sampai kena ranjau”, karena Bubba ditakdirkan memiliki rahang bawah yang agak maju ke depan sehinngga bibirnya lebih maju dari kebanyakan orang. Atau seperti teman-teman saya waktu kecil yang suka meledek orang lain yang ditakdirkan berbibir sumbing. Jika ada orang yang berani melakukan hal itu, maka sungguh, itu adalah sebuah kejahatan! Sehingga saya merasa sakit hati ketika ada orang yang berani meledek teman saya yang laki-laki tapi wajahnya cantik. Hey! Apa salah dia?? Apakah kalian hendak lancang meledek hasil karya Allah yang artinya juga meledek Allah??

Apa salahnya orang yang terlahir dengan bibir yang sumbing?? Apakah seseorang akan masuk neraka hanya karena dia terlahir dengan bibir yang sumbing?? Dan, apa salahnya orang yang terlahir dengan takdir memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata seperti Forrest Gump?? Apakah seseorang akan masuk neraka hanya gara-gara dia kalah cerdas dibandingkan Ulil Absor Abdala?? Atau, apakah dia akan terbenam dalam jahanam hanya gara-gara tidak pandai beradu argumen dan tidak menguasai bahasa-bahasa ilmiah?? Saya yakin, tidak. Tapi saya yakin seseorang akan mendapat murka Allah bila dia ingkar terhadap aturan-Nya, bukan karena dia terlahir dengan bibir yang sumbing! Karena demi Allah, dia tidak akan dihisab hanya gara-gara dia terlahir dengan bibir yang sumbing! Tapi dia akan mendapat adzab Allah jika dia menggunakan bibir sumbingnya untuk mengeluarkan kata-kata yang memusuhi Allah! Dia pun akan mendapat laknat Allah bila dia menggunakan bibir sumbingnya untuk mengingkari Qur’an sebagai kalamullah!! Dan menggunakan bibir sumbingnya untuk mengingkari bahwa Islam adalah satu-satunya tuntunan hidup yang benar!!

Mohon maaf kepada kawan-kawan yang berbibir sumbing, saya sama sekali tidak sedang meluapkan kebencian terhadap siapapun yang berbibir sumbing karena saya percaya Allah akan murka jika saya mencela karya cipta-Nya. Dan, demi Allah, kalian –yang berbibir sumbing—insya Allah lebih mulia di sisi Allah dibandingkan saya –yang ditakdirkan terlahir dengan bibir yang tidak sumbing—jika kalian menggunakan bibir tersebut untuk senantiasa menyeru ummat agar menegakkan agama Allah dan mewaspadai musuh Allah serta kaum muslimin!!

Selamat berjuang kawan-kawan berbibir sumbing maupun tidak berbibir sumbing demi kemuliaan Islam dan Kaum Muslimin!! Semoga Allah memperkenankan saya untuk

berkumpul bersama orang-orang mulia seperti kalian di surga, AMIN YA RABB!!!!